November 05, 2022

Ashabul badar Sa’ad bin Rabi’ Radhiyallahu ‘anhu


Inspirasibersama.com - Sa’ad bin Rabi’ RA berasal dari Ansar dan keluarga Bani Haris, suku Khazraj.Sa’ad bin Rabi’ RA merupakan salah seorang sahabat yang berbaiat kepada Rasulullah SAW di Aqabah sekaligus tokoh besar di antara sahabat Ansar. Beliau mengikuti baiat Aqabah pertama dan kedua. Setelah hijrah, Rasulullah SAW mempersaudarakannya dengan Abdurrahman bin Auf RA. Sa’ad bin Rabi’ RA menawarkan setengah dari seluruh harta miliknya kepada Abdurrahman bin Auf RA. Abdurrahman bin Auf RA berkata, “Semoga Allah SWT memberkati harta dan keluargamu. Tunjukkanlah aku jalan ke pasar.”

Sa’ad bin Rabi’ RA ikut serta dalam Perang Badar dan Perang Uhud. Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah SAW berkata, “Bagaimana keadaan Sa’ad bin Rabi’? Apakah dia berada di antara para syuhada atau di antara orang-orang yang terluka? Aku telah melihat dia diserang dengan dua belas tombak.” Muhammad bin Maslamah RA, yang dikirim untuk mencarinya, menemukannya di antara para syuhada. Tubuhnya telah dipenuhi dengan luka yang diakibatkan oleh banyak pedang, tombak, dan anak panah, dan beliau hampir mengembuskan napas terakhirnya.

Baca juga : Kisah Ashabul Badar Ziyad bin sakan Radhiyallahu anhu.

Dalam keadaan seperti itu, Sa’ad Radhiyallāhu ‘anhu membuka matanya dan berkata kepada Muhammad bin Maslamah RA,

 “Sampaikanlah salamku kepada Rasulullah SAW dan katakanlah bahwa aku mencium aroma surga. Sampaikanlah salam dariku kepada kaummu dan katakanlah kepada mereka, ‘Bantulah Rasulullah SAW dengan tulus hingga napas terakhir mereka. Jika tidak, tidak akan ada alasan untuk kalian di sisi Allah SWT.’” Lalu, beliau mengembuskan napas terakhirnya.

Muhammad bin Maslamah RA datang ke hadapan Rasulullah SAW lalu menyampaikan salam dan perkataan Sa’ad RA. Rasulullah SAW mendoakan Sa’ad RA dengan berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Baik ketika hidup maupun ketika wafat, dia telah memberikan nasihat untuk Allah dan Rasul-Nya. Ya Rabb, ridhailah Sa’ad bin Rabi’!” Sa’ad bin Rabi’ RA dimakamkan bersama Kharijah bin Abu Zuhair RA dalam satu kuburan.

Baca juga ; Meminta Doa dari Orang-orang yang saleh dan alim.

Sa’ad bin Rabi’ RA meninggalkan dua orang putri. Pada masa jahiliah, anak-anak perempuan tidak diberikan bagian dari harta warisan. Rasulullah SAW membagikan harta warisan Sa’ad sesuai dengan surat An-Nisa’ ayat 11. Beliau membagikan harta warisan kepada anak-anak perempuan juga. Ketentuan ayat ini diterapkan untuk pertama kalinya kepada mereka. Radhiyallāhu ‘anhu

Sumber artikel; Fazilet takvimi


✨ Mari Berbagi untuk Kebaikan ✨

Jika Anda merasa terinspirasi oleh artikel ini dan ingin berbagi kebaikan, Yayasan Pijar Mulya Pati membuka kesempatan untuk berdonasi.

✨ Setiap rupiah yang Anda sumbangkan akan digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat, bantuan pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.

🔗 Donasi Sekarang:

💚 Via Rekening BRI : 7981-01-009853-53-6 Atas Nama  : Yayasan Pijar Mulya Pati Indonesia , Hari ini sedang Melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan istana Yatim dan rumah tahfidz berlokasi di kedungbulus kecamatan Gembong Pati Jawa Tengah 


🌱 “Sedekah itu menerangi hati dan menambah keberkahan hidup kita semua.”

Terima kasih atas kepedulian dan dukungan Anda 🙏




Setelah Anda Transfer silahkan konfirmasi ke WA 085268070123 Yudi Hartoyo (Pengelola website ini, sekaligus pengurus yayasan Yatim dan dhuafa ini)



Media sosial kami yang bisa Anda kunjungi:

FB : @yayasanPijarMulya

Tiktok: @PijayaPati

Instagram : @yayasaSosialPati

YouTube : @YayasanPijarMulya

Salam dan doa dari adik2 yatim sukses selalu buat anda.🙏🙏🙏



www.Inspirasibersama.com

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim,dhuafa

online sejak 2011 www.yudihartoyo.com/www.TerapiEnergiillahi.com,

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Sekretariat: Jalan Raya Pati-kudus, Ngawen, Margorejo, Pati, Jawa Tengah, Indonesia, 59163
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar